
Malik berkata: “Aku tidak setuju jika wanita dapat dinikahi dengan [mas kawin] kurang dari seperempat Dinar. Itu adalah jumlah terendah, yang [juga jumlah terendah] untuk mewajibkan pemotongan tangan [karena mencuri]”. (Imam Malik, Al Muwatta)
Abu Salamah Ibnu Abdurrahman r.a berkata: Aku bertanya kepada 'Aisyah r.a: “Berapakah mas kawin Rasulullah sallallaahu 'alaihi wassalam? Ia berkata: ‘Mas kawin beliau kepada istrinya ialah dua belas uqiyyah dan nasy’. Ia bertanya: ‘Tahukah engkau apa itu nasy?’ Ia berkata, ‘Aku jawab: Tidak’. Aisyah berkata: ‘Setengah uqiyyah, jadi semuanya lima ratus dirham’.” (HR. Muslim)
Sahabat, dari sepenggal hadits diatas mungkin terjawablah sudah jika Rasulullah SAW menikahi Aisyah RA dengan menggunakan dinar dan dirham
Apa yang menjadi landasan Rasulullah SAW menggunakan dinar emas sebagai mahar, antara lain:
Rasulullah telah bersabda ”Akan datang masa ketika tidak ada yang dapat dibelanjakan (karena tak bernilai) kecuali dinar dan dirham.”
(Musnad, Ahmad)
”Akan tiba masa ketika kalian tidak akan dapat menemukan seorang pun di dunia ini yang tidak makan riba. Dan bahkan ketika seseorang menyatakan bahwa dia tidak makan riba, maka pastilah debu riba sampai kepadanya.”
(HR Abu Dawud)
point pertama adalah menghidupkan kembali sunnah Rasulullah SAW.
Menurut perencana keuangan Syafir Senduk, emas dapat digunakan sebagai tabungan dan investasi. Nilainya tetap dan cenderung meningkat. Selama tidak mengubah uang Anda menjadi emas dalam bentuk perhiasan.
Alasan mengapa lebih baik tidak diubah kedalam perhiasan adalah karena masing-masing toko emas memiliki standar emas masing-masing, dalam artian persentase emas dalam perhiasan tersebut. Mungkin ini adalah salah satu trik untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Atau bisa juga dibilang sebagai “kejahatan toko emas”, antara lain:
1. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, kebanyakan toko emas menjual perhiasan emas 22 karat dengan kadar emas hanya berkisar 75 – 80 % saja. Padahal secara Internasional, kadar emas 22 karat adalah 91,7%. Bayangkan betapa ruginya Anda! Sedangkan untuk perhiasan 24 karat, persentase emasnya hanya berkisar 97,5 – 98,0%. Standar internasional 99,99 %. Kalau Anda bersikukuh ingin emas yang 99% maka pemillik toko menyarankan Anda untuk memesan.
2. Jika Anda membeli emas 22 karat atau 23 karat (selain emas 24 karat), maka saat anda menjual kembali perhiasan tersebut (buy back) harga perhiasan Anda hanya akan dihargai sesuai dengan surat yang telah dibuat.
3. Selain emas 24 karat, kebanyakan toko perhiasan emas tidak mau menerima perhiasan emas dari toko lainnya. Jika pun mau menerima maka akan dikenakan potongan yang relatif besar. Karena standar persentase emas yang berbeda-beda.
4. Walaupun Anda membeli perhiasan di toko yang sama, Anda tetap akan dikenakan potongan per gramnya. Potongan berkisar antara Rp. 5.000 – Rp. 20.000 per gramnya.
5. Faktor model dan usia perhiasan juga akan menjadi penentu harga perhiasan yang akan Anda jual. Jika modelnya tidak up to date, maka toko perhiasan pun tidak segan memberi Anda “hadiah” lagi berupa potongan harga. Warna emas yang telah usang pun berpengaruh (tips & trik: sebelum dijual lebih baik dicuci dulu, biayanya Rp.10.000/ gram), wah kalo gini bukan tips ya!
6. Jika Anda suka dengan perhiasan emas bermata banyak, maka Anda harus ekstra hati-hati. Sebab jika satu mata saja hilang atau lepas, maka bersiaplah untuk “hadiah” potongan harga berikutnya.
Jika Anda menyimpan dalam bentuk emas batangan atau yang lebih dikenal dengan emas lantakan, Anda akan dikenai biaya ongkos cetak yang besarnya beragam. Namun yang pasti, semakin kecil bobot/ukurannya maka semakin besar pula ongkos cetaknya. Apabila suatu saat Anda membutuhkan uang kertas dan dijual kembali emas itu ketempat semula, maka ongkos cetak tidak menjadi faktor penambahan jumlah uang yang akan Anda terima. Dengan kata lain ongkos cetak hilang! Besarnya harga jual kembali berkisar antara 4% – 5% per gramnya. Jika Anda suatu saat membutuhkan uang yang tidak seberapa besar, maka Anda harus menjual emas yang Anda miliki secara keseluruhan. Misalkan Anda memiliki emas batangan seberat 25 gram (harga jual kembali 353.000). Selanjutnya Anda membutuhkan uang sebesar Rp. 2.000.000, maka Anda tidak mungkin bisa menjual hanya sebesar 5,66 gram saja. Melainkan seluruh emas yang Anda punya.
Pilihan selanjutnya adalah dinar emas (sesuai standar internasional, dan telah dibakukan oleh khalifah Umar bin Khathab, 4,25 gram emas 22 karat 91,7%). Harga yang berlaku mengikuti pergerakan harga emas dunia. Harga jual kembali tercatat dalam rate per hari, sama halnya dengan emas lantakan. Namun kelebihan yang dimiliki oleh dinar emas ini adalah sangat likuid, dalam artian mudah dijual kembali. Seperti contoh diatas, jika harga 25 gram emas batangan tadi Anda ubah menjadi dinar emas dan selanjutnya Anda butuh uang sebesar 2.000.000 maka cukuplah dengan menukar 2 atau 1,5 dinar emas tersebut ketempat/orang yang menjualnya kepada Anda.* Tidak perlu Antere di toko, cukup dengan sms atau telepon kemudian si pembawa uanglah yang menghampiri Anda.
*tanda bintang ini artinya saat tulisan ini dibuat (10 Desember 2009)
>>harga emas 24 Karat adalah 353.000. Harga emas 25 gram saat itu 8.888.500, harga untuk 25 gram = 355.540/gram (ongkos cetaknya= 2540/gram). Harga jual kembali 338.000, maka persentase buy back = 4,25%. Harga jual emas yang Anda dapatkan adalah = 8.450.000 (338.000 x 25 gram). Anda sudah tidak memiliki emas 1 gram pun!
>>Harga 1 dinar emas = 1.471.110. Harga 25 gram emas batangan = 6 dinar emas (8.826.660, kembalian = 61.840, lumayan buat makan bakso). Ketetapan buy back dinar emas mengikuti ketetapan yang telah disepakati, yaitu 4% (silakan lihat ketetapan harga jual kembali di www.wakalanusantara.com, maka harga jual kembali saat itu = 1.412.265. Maka jika Anda butuh uang 2.000.000 cukup dengan menukar 1,5 dinar saja (totalnya 2.118.397, masih ada kelebihan 118.397). Sisanya dinar yang lainnya masih menjadi milik Anda.
Selamat menghitung dan memikirkan kembali nasib uang kertas Anda, Riba yang kita hirup, dan nilai uang yang Anda miliki saat ini. Insya Allah ini merupakan sebuah titik pencerahan agar kembali kepada Al Quran, Hadist dan Sunnah yang telah disampaikan oleh Allah melalui Rasul-Nya.
Dinar & Dirham: tak lekang karena panas, tak lapuk karena hujan, tak goyang karena resesi, tabungan paling aman…
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar